[28/11/2007] Trik dan Tool Windows XP untuk Mempermudah Pekerjaan Anda
Gunung Sarjono
Apakah
Anda bekerja dengan beberapa komputer Windows XP dari layar yang sama?
Pernahkah Anda harus melakukan pekerjaan administratif di komputer
lain? Dan add-on IE apa saja yang Anda punya dan apa kegunaan mereka? Itulah
sebagian situasi yang mungkin pernah Anda hadapi. Contoh lain,
bergantung pada seberapa parah sistem Anda kelihatannya, Anda mungkin
harus menggunakan cara yang tidak biasa. Mulai dari menjalankan System Restore dari command prompt sampai membersihkan sampah dengan Duplicate Finder. Berikut adalah trik dan tool Windows XP untuk mempermudah pekerjaan Anda.
Menjalankan System Restore dari Command Prompt
Menggunakan System Restore untuk
memperbaiki perilaku sistem Windows XP yang aneh merupakan hal yang
tidak biasa—tapi bergantung kepada seberapa parah system Anda
kelihatannya, Anda mungkin harus menggunakan cara yang tidak biasa.
Jika sistem Windows XP Anda mulai berlaku aneh, perbaikan yang biasa
dilakukan adalah dengan menggunakan System Restore untuk menghilangkan
perubahan sistem yang dibuat sejak kali terakhir Anda membuat Restore Point.
Namun, bagaimana jika masalah tersebut begitu parah sehingga Anda tidak
bisa menjalankan Windows XP secara normal—atau bahkan menjalankan
sistem dalam Safe Mode? Untungnya, Anda bisa menjalankan System Restore dari command prompt. Restart komputer Anda dan tekan tombol [F8] pada waktu startup awal (sesaat setelah pengecekan komputer dan sebelum logo Windows XP muncul). Pada waktu Anda melihat Windows Advanced Options Menu, pilih Safe Mode With A Command Prompt. Pilih operating system Windows XP. Masuklah ke komputer dengan menggunakan account administrator
atau account dengan hak akses administrator. Ketik perintah berikut
pada command prompt: C:\windows\system32\ restore\rstrui.exe. Pada
waktu Anda melihat jendela System Restore, grafi knya mungkin terlihat
aneh, tapi Anda masih biasa mengikuti instruksi pada layar untuk
mengembalikan komputer Anda ke keadaan sebelumnya.
Mempercepat Search Companion Windows XP
Ada
banyak bisikan mengenai fi tur pencarian Windows Vista yang cepat, tapi
apa yang bisa Anda lakukan untuk mempercepat Search Companion Windows
XP? Alasan mengapa tool Search Windows Vista begitu cepat adalah ia
tidak mencari ke seluruh harddisk, tapi hanya mencari di folder
Documents saja. Jadi, waktu berikutnya Anda menjalankan Search
Companion Windows XP, klik All Files and Folder dan pilih My Document
dari daftar Look in. Dengan demikian Search Compa nion tidak mencari ke
seluruh harddisk. Jika ingin mencari dokumen yang disimpan di root,
Anda bisa mempercepat prosesnya dengan menghilangkan folder sistem dari
pencarian. Klik All Files and Folders, buka More Advanced Options, dan
hilangkan tanda centang (_) pada Search System Folders. Jika Search
Hidden Files and Folder dicentang (_), hilangkan juga. Jika Anda punya
banyak fi le zip (atau compressed folder, begitu Windows XP
menyebutnya) pada harddisk, Search Companion akan mencari mereka semua,
sehingga akan lebih lambat. Supaya Search Companion tidak mencari
folder yang dikompresi, pindahkan semua folder tersebut ke root dan
kemudian konfi gurasi Search Companion supaya hanya mencari di folder
My Documents atau disable dukungan Windows XP untuk folder yang
dikompresi. Untuk men-disable dukungan tersebut, buka kotak dialog Run,
ketik perintah regsvr32 /u zipfl dr.dll pada boks Open, dan kemudian
klik OK. Anda harus me-restart sistem supaya perubahan diberlakukan.
(Untuk meng-enable kembali dukungan Windows XP untuk folder yang
dikompresi, gunakan perinah regsvr32 zipfl dr.dll). Bagaimana jika
Search Companion didisable? Jika Anda men-disable Search Companion
Windows XP dan menggunakan interface Search Windows 2000, Anda
harus melakukan pengaturan berikut: untuk mencari My Documents, pilih
My Documents dari daftar Look in; Untuk menghilangkan folder sistem
dari pencarian, klik Search Options, beri tanda centang (_) Advanced Options, dan kemudian hilangkan tanda centang (_) pada Search system folders.
(Jika Search hidden fi led and folders dicentang (_), hilangkan juga);
untuk mencegah pencarian folder yang dikompresi, Anda bisa menggunakan
cara yang sama pada Search Companion.
Memonitor Beberapa Komputer Windows XP dengan BGInfo
Bekerja
dengan beberapa komputer Windows XP dari layar yang sama? Apakah Anda
sering bekerja dengan beberapa computer dengan menggunakan switch
Keyboard Video Mouse (KVM)? Jika ya, Anda pasti tahu bahwa kadang
bingung tentang computer mana yang saat ini tampil pada layar. Tentu
saja, Anda bisa mengetahuinya sendiri, tetapi itu memerlukan beberapa
langkah dan bisa mengganggu—terutama jika Anda sedang melakukan
pekerjaan penting atau yang butuh waktu lama. Untungnya, ada sebuah
solusi yaitu program bernama BGInfo, yang merupakan kependekan dari Background Information. Pada
waktu mengakusisi Sysinternal, Microsoft juga mengakusisi semua utiliti
kecil mereka yang kemudian dimasukkan ke jajaran PowerToys Microsoft,
dan BGInfo merupakan salah satu dari mereka. Setelah diinstalasi,
BGInfo menampilkan informasi tentang komputer tersebut. Sebagai contoh,
Anda bisa mengonfi gurasi BGInfo untuk menampilkan nama komputer,
alamat IP, versi service pack, waktu boo, jumlah ruang yang kosong, dan banyak lagi. Anda bahkan bisa memilih font dan warna latar. Anda bisa men-download BGInfo
dari situs TechNet Microsoft. Di situ Anda juga akan menemukan rincian
instruksi untuk menginstalasi dan menggunakan BGInfo.
Menjalankan Windows Explorer dengak Hak Akses Administrator
Pada
waktu Anda sedang menggunakan komputer user dan harus melakukan
pekerjaan administratif dengan menggunakan account user tersebut, Anda
bisa menggunakan perintah Run as untuk menjalankan utiliti dengan hak akses administrator Namun,
jika Anda menggunakan Run as untuk menjalankan Windows Explorer dengan
hak akses administrator, tidak ada apa-apa yang terjadi. Ini karena
Explorer.exe sudah berjalan dan hanya satu instance Explorer yang bisa
dijalankan pada satu waktu. Lebih spesifi k, pada waktu Anda
menjalankan Explorer.exe, hal pertama yang dilakukan adalah mengecek
apakah ia sudah berjalan. Pada waktu instance Explorer.exe kedua
melihat bahwa instance Explorer.exe pertama sudah berjalan, instance
Explorer. exe yang kedua langsung tutup tanpa pemberitahuan. Jika
komputer menggunakan Internet Explorer 6 atau 7, Anda bisa menjalankan
Windows Explorer dengan hak akses administrator. Internet Explorer 6
bisa menggunakan Run as sehingga Anda bisa masuk ke dalam Windows
Explorer. Klik kanan icon Internet Explorer pada toolbar Quick Launch dan
kemudian klik Run as (perlu diingat bahwa Anda tidak bisa mengakses Run
as dari icon Internet Explorer yang terdapat pada desktop atau menu
Start). Masukkan username dan password account yang mempunyai hak akses
administrator, dan kemudian klik OK. Setelah Internet Explorer tampil,
ketik C:\ pada Address bar. Windows Explorer akan tampil pada jendela
yang sama, dan dijalankan dengan hak akses admistrator. Jika Anda
menggunakan Internet Explorer 7, langkah untuk Internet Explorer 6
tidak bisa digunakan karena dengan adanya fi tur sekuriti baru pada
versi 7, Internet Explorer tidak lagi terintegrasi dengan Windows
Explorer. Anda harus menggunakan metode standar untuk menjalankan
Windows Explorer dengan hak akses administrator. Masuklah ke komputer
dengan account Administrator. Buka Control Panel dan jalankan Folder Options. Pada waktu kotak dialog Folder Options tampil, pilih tab View. Gulung daftar Advanced settings dan beri tanda centang (_) Launch folder windows in a separate process, klik OK, dan kemudian log off. Pada
waktu berikutnya Anda bekerja di komputer user dan harus melakukan
pekerjaan administratif dengan menggunakan account user tersebut, Anda
bisa menggunakan Run as untuk menjalankan Windows Explorer dengan hak
akses administrator.
RoboCopy Versi GUI
Pada Windows Server 2003 Resource Kit Tool terdapat tool bernama RoboCopy yang bisa digunakan pada system Windows XP Anda. RoboCopy merupakan tool copy yang sangat powerful, yang
memungkinkan Anda untuk melakukan operasi copy yang lebih kompleks
dibanding tool copy standar Windows XP. Sebagai contoh, dengan RoboCopy Anda bisa membuat
image struktur tree folder pada komputer yang sama atau drive jaringan.
Satu-satunya kekurangan RoboCopy adalah Anda harus menjalankannya dari
command line. Ini berarti untuk menggunakan Robo- Copy Anda harus
mengingat dan mengetik banyak switch dan parameter supaya bias
benar-benar memanfaatkan semua fi turnya. Untungnya, salah seorang system engineer grup MSN Search Microsoft bernama Derk Benisch, membuat add-in bernama
Robo- Copy GUI. Interface user-nya yang terdiri dari enam tab membuat
konfi gurasi dan penggunaan RoboCopy sangat mudah. Tidak hanya
interface-nya yang menyediakan opsi konfi gurasi melalui check box,
tombol radio, boks teks, dan kotak dialog Browse, RoboCopy GUI juga
bisa menyimpan setting Anda sehingga penggunaan kembali tool
ini jauh lebih mudah. Selain itu, RoboCopy GUI dilengkapi dengan fi le
Help dan panduan referensi untuk membantu Anda menggunakan semua
kemampuan RoboCopy. Anda bisa men-download RoboCopyGUIdarihttp://download.microsoft.com/download/f/d/0/fd05def7-68a1-4f71-8546- 25c359cc0842/UtilitySpotlight2006_11.exe. Perlu diingat bahwa Anda lebih dulu menginstalasi Microsoft .NET Framework versi 2 sebelum menginstalasi RoboCopy GUI.
Menempel Daftar Program ke Menu Start
Anda
tentu sudah tidak asing lagi dengan panel kiri menu Start—tetapi
tahukah Anda mengapa daftar program dibagi menjadi dua? Panel kiri menu
Start terdiri dari daftar program yang Windows XP anggap akan berguna
untuk Anda (yang ditempel di atas garis pembatas) dan daftar program
yang paling sering digunakan (yang ditampilkan di bawah garis). Secara default, Windows XP menempelkan link ke Internet browser dan aplikasi e-mail Anda ke daftar program yang di atas garis dan menempelkan enam shortcut program
ke daftar program yang di bawah garis. Untuk memanfaatkan secara
maksimal menu Start sebagai tempat peluncuran semua program yang paling
sering digunakan, Anda bisa mengonfi gurasi keseluruhan panel kiri
sebagai daftar program yang paling sering digunakan. Klik kanan tombol
Start dan pilih Properties untuk menampilkan kotak dialog Taskbar and
Start Menu Properties. Klik tombol Customize yang berdampingan dengan
tombol radio Start menu untuk menampilkan kotak dialog Customize Start
Menu. Pada panel Program, set Number of programs on the Start menu ke
nol. Klik tombol Clear List. Pada panel Show on Start menu, Anda bisa
menghilangkan tanda centang (_) pada Internet karena secara default
icon Internet Explorer sudah ditampilkan di menu Quick Launch, dan bisa
juga menghilangkan tanda centang (_) pada E-mail, bergantung bagaimana
Anda menjalankan aplikasi e-mail. Klik OK untuk menutup kotak dialog
Customize Start Menu dan klik OK sekali lagi untuk menutup kotak dialog
Taskbar and Start Menu Properties. Klik tombol Start dan pilih All
Programs. Cari dan klik kanan shortcut program yang sering Anda gunakan
dan pilih Pin to Start menu Anda bisa menempel
sampai 30 program ke menu Start, bergantung setting resolusi layar
Anda. Dengan ditempelkannya program favorit sekarang Anda bisa
memanfaatkan secara maksimal menu Start.
Memeriksa Internet Explorer Add-on
Pada
waktu mengunjungi berbagai situs Web, Windows XP mungkin men-download
add-on—biasanya kontrol ActiveX yang didesain untuk meningkatkan
penggunaan Anda pada situs tersebut. Add-on bisa mencakup toolbar,
software installer, dan viewer fi le multimedia. Namun, beberapa add-on
bias saja spyware, yang bisa menurunkan performa Windows XP. Jadi sudah
saat Anda perlu memeriksa add-on pada Internet Explorer untuk
memastikan mereka semua sah. Pada Internet Explorer, klik menu Tools,
Manage Add-ons. Pada kotak dialog Manage Add-ons, pastikan fi eld Show
diset ke Add-ons that have been used by Internet Explorer. Lihat
daftar dan catat setiap nama add-on, publisher, status, tipe, dan fi
le. Jika ada add-on yang tidak Anda kenal, pilih dan kemudian pilih
opsi Disable. Klik OK. Buka search engine favorit Anda dan cari
nama add-on tersebut untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. Jika
ternyata itu memang adalah add-on yang sah, buka lagi kotak dialog
Add-on dan enable kembali add-on tersebut.
Melihat Dukungan USB 2.0
Jika
Anda menghubungkan perangkat USB 2.0 ke port USB 1.1, Windows XP akan
menampilkan pemberitahuan bahwa kecepatan transfer data akan lebih
lambat (USB 2.0 mampu mentransfer data sampai 480Mbit/detik, sedangkan
USB 1.1 12Mbit/detik). Untuk mengetahui versi kontroler USB pada
komputer, tekan tombol [Windows][Break] untuk membuka kotak dialog
System Properties. Pilih tab Hardware dan klik tombol Device Manager.
Pada waktu Device Manager muncul, klik tanda + di sebelah branch
Universal Serial Bus controller. Jika Anda melihat entri dengan kata
Enhanced USB Controller, maka itu berarti sistem mempunyai kontroler
USB 2.0. Jika Anda melihat entri dengan kata USB Controller maka itu
berarti sistem mempunyai kontroler USB 1.1.
Menghapus Daftar MRU Perintah Run
Jika
sering menggunakan perintah Run untuk menjalankan aplikasi, Anda pasti
tahu bahwa Windows XP menyimpan riwayatnya di registry pada MRUList (most recently used),
yang berisi semua aplikasi yang baru-baru ini Anda jalankan. Pada waktu
kotak dialog Run tampil, Anda bisa melihat daftar MRU dengan mengklik
panah drop-down yang berdampingan dengan boks teks Open. Daftar MRU
dimaksudkan untuk mempermudah Anda pada waktu menjalankan lagi aplikasi
yang sama di kemudian waktu. Namun, daftar tersebut bisa menjadi cukup
panjang sehingga sulit untuk mencari apa yang Anda inginkan. Untungnya,
Anda bias membuat shortcut registry untuk menghapus daftar MRU perintah
Run. Untuk melakukannya, jalankan Registry Editor. Buka
HKEY_CURRENT_USER\Software\ Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\
RunMRU. Klik kanan key RunMRU dan kemudian pilih Export. Beri nama
Clear Run MRU, dan klik tombol Save. Tutup Registry. Buka fi le Clear
Run MRU.reg di Notepad. Tambahkan tanda minus di awal nama key. Hapus
semua baris setelah path key. Simpan fi le dan tutup Notepad. Reboot
Windows (atau paling tidak log off dan kemudian log on kembali) supaya
perubahan diberlakukan. Sekarang, setiap kali Anda ingin menghapus
daftar MRU perintah Run, klik ganda fi le Clear Run MRU.reg. Registry
akan meminta konfi rmasi Anda dan pemberitahuan bahwa permintaan
berhasil dilakukan.
Bersihkan Sampah dengan Duplicate Finder
Meskipun
Anda adalah seorang user yang teliti (misalnya, Anda secara rutin
menghapus fi le yang tidak perlu, mengosongkan Recycle Bin, dan
menjalankan Disk Defragmenter), mungkin tidak menyadari sampah yang
paling banyak membuang ruang harddisk. Mereka adalah fi le yang dobel.
Aplikasi bisa mengotori harddisk Anda dengan fi le yang dobel, dan Anda
sendiri bisa membuat fi le dobel dengan meng-copy fi le dari
satu folder ke folder lain. Instalasi default Windows XP tidak
menyediakan tool untuk melihat fi le yang dobel. Namun, Microsoft
mempunyai tool bernama Duplicate Finder, yang merupakan bagian
dari Windows XP Service Pack 2 Support Tools. Download Windows XP
Service Pack 2 Support Tools dan ikuti instruksi untuk menginstalasi.
Buka kotak dialog Run dan ketik Dupfi nder pada boks Open dan kemudian klik OK Setelah
Duplicate Finder tampil, pilih drive atau folder tempat Anda ingin
mencari dan kemudian klik tombol Start Search. Setelah Duplicate Finder
selesai mencari, Anda bisa melihat daftar dan mengecek fi le yang dobel. Gunakan perintah Print Report atau Export Data pada menu File untuk
membuat catatan permanen dari fi le yang dobel. Gunakan perin tah Sort
pada menu View untuk mengatur ulang daftar untuk analisis yang lebih
baik. Untuk mendapatkan informasi mengenai suatu fi le, pilih fi le
tersebut, klik menu File, dan kemudian klik Info. Biarkan saja fi le
yang dobel dalam folder Windows dan subfolder-nya. Jika tidak mengenali
fi le yang dobel tersebut, lebih baik gunakan perintah Rename atau Move
pada menu File daripada menggunakan perintah Delete.
_ http://www.microsoft.com/technet/ sysinternals/Miscellaneous/BgInfo. Mspx
Joko Nurjadi
Database
Serba-serbi Database Administrator
Setiap
perusahaan memiliki database, di mana database merupakan salah satu hal
yang demikian vital bagi perusahaan. Tetapi di sisi lain, cukup banyak
perusahaan yang belum menyadari pentingnya pekerjaan seorang database
administrator. Hal ini dapat Anda perhatikan dengan melihat berbagai lowongan pekerjaan di dunia TI (paling tidak di
Indonesia
), berapa banyak perusahaan yang mencari Database Administrator (DBA) dibandingkan developer,
misalnya? Tentunya bukan berarti pengaturan database tidak penting bagi
mereka, tetapi cukup banyak yang menganggap (atau mengharapkan)
pekerjaan developer juga mencakup pekerjaan seorang database
administrator. Jika di dalam dunia musik, bersolo karir merupakan
ungkapan kreativitas untuk mengeksplorasikan diri, tetapi melakukan
“solo karir” dengan melakukan pekerjaan programming dan database
administrator, atau malah kadang menyerempet menjadi desainer grafi s
dan network engineer, berarti merupakan “korban” eksplorasi.
Bukankah semua pekerjaan yang disebutkan di atas masih dalam ruang
lingkup teknologi informasi? Memang benar, tetapi ruang lingkup
teknologi informasi hampir tidak memiliki batasan, saat ini Anda dapat
menyebutkan karir-karir spesifi k di dalam dunia teknologi informasi
yang umum dikenal, seperti application/ web developer, network engineer, database administrator, help desk, system analyst, dan
sebagainya, dan masih terus berkembang lagi menciptakan
pekerjaanpekerjaan yang lebih spesifi k. Sebagai contoh, mungkin
beberapa tahun lalu karir sebagai wireless specialist masih
terdengar asing. Tetapi, seiring dengan teknologi wireless yang semakin
banyak digunakan, ternyata juga semakin banyak perusahaan yang
membutuhkan tenagatenaga spesialis yang kompeten dalam bidang tersebut.
Bahkan terdapat berbagai sertifi kat yang disediakan oleh vendor-vendor
produk bagi karir-karir yang disebutkan di atas untuk menunjukkan
kompetensi seseorang dalam bidangnya. Dapat dibayangkan betapa banyak
usaha dan waktu yang dibutuhkan untuk menguasai dengan baik, satu saja
pekerjaan di atas. Walaupun bukannya tidak mungkin beberapa dari hal
tersebut dapat dikuasai, tetapi untuk menjadikan semuanya sebagai
tanggung jawab dan pekerjaan rutin sehari-hari Anda, tampaknya Anda
akan memerlukan lebih dari 24 jam setiap hari.
Database
Bagi
sebagian orang, mungkin menganggap pekerjaan database administrator
dapat dirangkap setidaknya oleh programer, de ngan pemikiran bahwa
tentunya programer terbiasa mengolah query pada database. Tidak
ada yang salah dengan anggapan itu, karena analoginya seseorang dapat
saja menyanyikan lagu sederhana sambil memainkan iringan piano. Tetapi,
lain permasalahannya jika harus menyanyikan lagu opera Luciano Pavarotti sambil memainkan gubahan rumit ciptaan Wolfgang A. Mozart pada
piano. Untuk memahami serba-serbi database administrator, terlebih
dahulu kita akan membahas pengertian database secara ringkas. Sebuah
database diartikan sebagai suatu kumpulan informasi yang berkaitan,
diakses dan diatur oleh relational DBMS (Database Management System).
Informasi yang diolah merupakan informasi entitas yang
direpresentasikan dalam bentuk tabel-tabel. Anda dapat membayangkan
tabel sebagai sebuah spreadsheet, di mana setiap baris
menampilkan item-item, sementara setiap kolom menjelaskan tipe
informasinya. Contohnya Anda memiliki table/spreadsheet pemesanan
barang, katakanlah table A, yang memiliki kolom-kolom sebagai berikut:
NO PEMESANAN TANGGAL KODE CUSTOMER
Di
mana Anda dapat mengisikan data/item pada table tersebut. Item pada
suatu table bisa jadi berkaitan dengan item pada table lainnya, sebagai
contoh di atas, kolom No Pemesanan terkait pada item pada table lain.
Table lain tersebut (misalnya kita namakan table B), memiliki
kolom-kolom yang menjelaskan pemesanan secara detail, memiliki
kolom-kolom sebagai berikut:
NO PEMESANAN KODE BARANG QUANTITY
Demikianlah sebuah relational DBMS terbentuk menyediakan data yang saling berhubungan untuk penggunaan multi-user. Database Administrator Lalu
apa tepatnya deskripsi pekerjaan seorang database administrator? Bisa
jadi cukup bervariasi dan tergantung pada kebijaksanaan perusahaan dan
fi tur yang disediakan oleh DBMS yang digunakan. Beberapa tugas
database administrator umumnya meliputi:
1. Instalasi Software Baru.
Tentu
saja yang dimaksudkan adalah software yang berhubungan dengan
administrasi DBMS, misalnya versi baru DBMS atau aplikasi pendukungnya.
Sebelum aktif digunakan dalam tahap production, database administrator atau staff IT lainnya perlu melakukan tes pada software yang baru diinstal tersebut.
2. Konfi gurasi Hardware dan Software.
Dalam
hal ini seorang database administrator mungkin perlu bekerja sama
dengan sistem administrator untuk melakukan konfi gurasi hardware dan software (yang diatur oleh sistem administrator) agar dapat berfungsi optimal bersama dengan DBMS.
3. Administrasi Security.
Salah satu tugas terpenting database administrator adalah melakukan monitor dan administrasi security DBMS. Misalnya menambah atau menghapus user, mengatur quota, audit, ataupun memeriksa permasalahan security database.
4. Analisis Data.
Pekerjaan
analisis data sering kali melibatkan fi tur-fi tur yang dapat digunakan
untuk meningkatkan kinerja database. Sering kali database administrator
harus menganalisis dan menggunakan cara yang efektif dalam penggunaan index, parallel query execution (kemampuan DBMS untuk melakukan eksekusi query pada mesin yang memiliki lebih dari 1 CPU), ataupun fi tur DBMS yang lainnya.
5. Desain Database.
Database
administrator sering ikut serta terlibat dalam tahapan database desain.
Dengan pengetahuan sistem dan DBMS, database administrator dapat
membantu tim developer dalam meningkatkan kinerja database.
6. Data Modeling dan Optimasi.
Data
modeling merupakan proses menciptakan sebuah model data dengan
menerapkan teori model data, di mana Anda melakukan strukturisasi dan
organisasi data. Beberapa data model meliputi hierarchical model, network model, relational model,
dan lain sebagainya. Selain tugas di atas, seorang database
administrator bertanggung jawab atas aspekaspek dalam lingkungan
database, yaitu:
1. Recoverability.
2. Integrity.
3. Security.
4. Availability.
5. Performance.
6. Development & Testing Support. Masing-masing aspek tersebut akan dijelaskan dengan lebih terperinci di bawah ini.
Recoverability
Fungsi dari recovery adalah saat terjadi permasalahan pada database yang dapat diakibatkan oleh berbagai sebab (pengisian data yang salah, bug program,
ataupun kerusakan hardware). Seorang database administrator diharapkan
dapat mengembalikan keadaan database pada keadaan back-up terakhir yang tersimpan. Aktivitas recoverability termasuk membuat back-up database dan menyimpannya dengan aman agar terhindar dari kerusakan, misalnya dengan membuat copy pada media penyimpanan dan meletakkannya pada area yang aman. Seorang database administrator sebaiknya melakukan test recovery untuk menjamin bahwa back-up database tersebut valid dan dapat dipergunakan bilamana diperlukan dalam proses recovery.
Integrity
Integrity (integritas) berkaitan dengan kebijaksanaan bisnis. Sebagai contoh, sebuah perusahaan yang membuka bisnis online mungkin
menerapkan kebijaksanaan bahwa masing-masing kustomer hanya dapat
melakukan pemesanan satu kali pada satu saat, sehingga setiap pemesanan
harus merujuk pada satu kustomer yang unik.
Security
Kapasitas
user untuk melakukan perubahan data disesuaikan dengan peraturan
bisnis. Sebuah relational DBMS umumnya mengatur informasi security
tersebut dalam bentuk table. Tentunya table ini menjadi sangat penting
sehingga memerlukan diproteksi yang kuat.
Availability
Salah
satu tanggung jawab yang berat menyangkut database adalah availability,
atau ketersediaan database untuk diakses oleh user yang berhak bilamana
diperlukan untuk mendukung proses bisnis. Dengan bantuan teknologi dan
Internet yang mampu memperluas jaringan bisnis, dimungkinkan bagi
sebuah perusahaan dapat menyediakan layanan online 24 jam sehari, 7
hari seminggu. Contoh yang sangat sederhana dan umum saat ini, mungkin
sebagian dari Anda harus memeriksa e-mail setiap harinya, bukankah
layanan e-mail yang Anda gunakan (sekalipun gratis) telah menyediakan
availability setiap saat sehingga Anda dapat meng aksesnya kapan dan di
manapun? Bagaimana jika satu hari (atau terkadang satu jam) saja e-mail
Anda tidak berfungsi? Di dalam persaingan bisnis yang ketat, issue availability ini menjadi sangat penting dan menentukan kepuasan kustomer.
Performance
Bagian
ini memerlukan pengetahuan dan teknik tertentu, yang menjadikan seorang
database administrator seharusnya memiliki keahlian khusus pada
bidangnya. Terkadang permasalahan performance database tidak
disadari oleh developer, dan baru diidentifi kasi saat pengguna
mengajukan keluhan, yang ternyata dapat diselesaikan oleh seorang
database administrator yang andal. Permasalahan performance ditangani
database administrator dengan melakukan diagnosis, yang umumnya
dilakukan dengan memeriksa statement SQL, proses pada tabel, dan arsitektur sistem. Database administrator juga kerap memerlukan tools pendukung
(bisa jadi telah tersedia pada produk database ataupun tersedia sebagai
software 3rd party). Setelah problem teridentifi kasi, beberapa solusi
adalah melakukan tuning pada statement SQL (bisa jadi dengan menulis
ulang atau melakukan modifi kasi statement SQL), menambah atau mengubah
index, atau kadang melakukan modifi kasi pada table database.
Development dan Testing Support
Dalam hal development dan testing support, seorang
database administrator membantu developer dengan mengumpulkan data
contoh sebagai uji coba, berkonsultasi dengan pihak developer mengenai
performance, ataupun melakukan perubahan tabel desain bilamana
diperlukan.
DBA di antara Bidang Lainnya
Database
administrator merupakan salah satu penunjang sistem secara keseluruhan,
yang terdiri dari berbagai bidang dengan ilmu dan keahlian yang
beragam. Terkadang terdapat kerancuan antara tugas dan tanggung jawab
database administrator dengan posisi lainnya, seperti programer, sistem
administrator, security administrator, dan sebagainya. Hal tersebut
tidaklah mengherankan karena keterkaitan yang erat satu sama lain,
tetapi tetap ada batasan tugas dan tanggungjawab masing-masing posisi,
semakin besar sebuah perusahaan dan kompleksitas sistem, batasan ini
akan semakin diperlukan. Beberapa bidang/posisi yang memiliki kaitan
erat berhubungan dengan database administrator adalah:
1. Programer/Developer.
Menulis
kode-kode program, programmer dapat memiliki subbidang lagi, seperti
web programmer, application programmer, mobile programmer, dan
seterusnya. Saat seorang programer mulai bekerja dengan database, tentu
komunikasi dan kerjasama dengan database administrator menjadi sangat
penting untuk menjembatani antara aplikasi dan database.
2. Sistem Administrator.
Bertugas
untuk memelihara dan mengoperasikan sistem jaringan dan komputer.
Umumnya melakukan proses instalasi, support, dan memelihara server.
Dalam kaitannya dengan database administrator, seorang sistem
administrator menyediakan server yang digunakan sebagai database
server. Kolaborasi pengaturan server secara sistem dan database
tentunya akan mengoptimalkan kinerja sistem secara keseluruhan.
3. Network Administrator.
Bertugas
memelihara infrastruktur jaringan seperti switch, router, dan jaringan
secara keseluruhan. Termasuk di dalamnya mendiagnosis permasalahan pada
komputer-komputer yang tergabung dalam jaringan.
4. Security Administrator.
Spesialisasi
masalah keamanan, dalam komputer maupun jaringan. Termasuk melakukan
pengaturan peralatan security seperti fi rewall dan kebijaksanaan
lainnya.Selalu terdapat ancaman yang ditujukan pada database, ancaman
tersebut berasal dari luar dan harus diantisipasi sedini mungkin.
Seorang security administrator menjaga port dan celah keamanan dari exploit yang dapat datang dari mana saja, yang berada pada jaringan yang sama.
5. Technical Support.
Staf
yang menanggapi kesulitan yang dialami oleh pengguna sistem,
menyediakan instruksi dan training, melakukan diagnosis dan
menyelesaikan permasalahan umum. Pada banyak perusahaan besar, technical support merupakan
perpanjangan tangan dari sistem administrator agar dapat menangani
berbagai kesulitan yang umum terjadi. Bisa jadi masih terdapat posisi
lainnya tergantung pada bisnis yang berjalan pada perusahaan Anda.
Pasukan-pasukan teknologi informasi inilah yang bahumembahu membentuk
sebuah system yang solid. Terlebih pada era teknologi, di mana masing-
masing sistem berlomba untuk menyediakan yang terbaik. Sistem yang baik
juga tidak selalu berarti kompleks, adanya tenaga-tenaga ahli yang
kompeten justru diperuntukkan untuk membuat sistem menjadi sederhana
dan semudah mungkin untuk digunakan. Tujuannya adalah menyederhanakan
sistem yang kompleks, dan bukan merumitkan sistem yang sederhana. Di
sanalah kunci sistem yang sukses. Sebagai contoh, dapat Anda bayangkan
sebuah sistem aplikasi GPS (Global Positioning System) yang
dirancang dengan baik. Mungkin Anda dapat menemukan suatu lokasi dengan
lebih mudah dibandingkan dengan membuka buku peta. Tentunya di balik
sistem tersebut, terdapat komponenkomponen penunjang seperti navigasi
satelit, aplikasi, ataupun penyimpanan sistem database, yang tentunya
dipegang oleh ma singmasing bidang yang menguasainya. Semua kerumitan
tersebut telah terbungkus sedemikian rupa sehingga Anda bahkan tidak
memerlukan pengetahuan mendalam ataupun pelatihan khusus agar dapat
menggunakannya.
Team Work!
Tidak
dapat dipungkiri bahwa pekerjaan seorang database administrator
memiliki kaitan erat dengan developer, system administrator, dan
pihak-pihak lain yang terkait sehingga menciptakan sinergi yang
berkesinambungan dalam bentuk kerja tim dan komunikasi yang baik.
Sebuah bisnis akan berjalan baik dengan adanya kerjasama staf-staf ahli
yang kompeten dalam bidangnya, yang akan tercermin dari senyuman dan
kepuasan kustomer. Sebagaimana contoh umum dalam la yanan e-mail di
atas, pengguna layanan e-mail akan puas jika tidak pernah terdapat
masalah serius, apalagi ditambah fi tur-fi tur menarik Mereka dapat
menjadi marketing yang baik dan akan merekomendasikan bisnis Anda yang
memuaskan pada setiap kesempatan. Dan seorang database administrator,
tentu merupakan salah satu kunci suksesnya!_
_ http://en.wikipedia.org/wiki/ Database_administrator
_ http://www.bls.gov/k12/computers01. htm
_ http://www.databasejournal.com/ features/mssql/article.php/1466951